Kebakaran Di Rumah Uje Dan Pipik

Mengungkap fakta dibalik kebakaran di rumah Uje dan Pipik

0
1096
Kebakaran Di Rumah Uje Dan Pipik
Kebakaran Di Rumah Uje Dan Pipik

SheMagz.Com –  Datangnya musibah memang tidak bisa diduga, seperti yang kini tengah dialami oleh keluarga almarhum Ustaz Jeffry Al Buchori. Kemarin (20/6), rumah mereka habis dilalap api.

Hampir seluruh barang yang ada di lantai satu terbakar habis. Namun Pipik masih bersyukur, karena ia dan anak-anaknya selamat dari kobaran api.

Setelah beberapa jam, api mulai padam dan banyak hal yang terungkap di sana. Mulai dari penyebab kebakaran, hingga sebuah fakta yang sangat mengharukan.

Menurut penuturan Pipik Dian Irawati, api mulai menjalar sekitar pukul 04.00 pagi. Saat itu, ia sudah memasang alarm lantaran harus syuting pagi.

Namun, sebelum alarm berbunyi, ia mendengar ada suara kaca yang pecah. Awalnya ia menyangka kalau itu adalah suara pencuri yang memecahkan kaca. Tapi ternyata tebakannya salah, karena pecahnya kaca itu disebabkan oleh api yang sudah mulai membesar di lantai bawah.

“Kalau kronologinya itu sekitar setengah empat dan saya pasang alarm karena saya pagi ada syuting. Saya denger suara ketika kaca pecah dan itu kenceng banget. Saya bangun saya pikir siapa? Saya bangun, kamar saya sudah panas dan di atas kamar ruang tamu itu kamar saya. Saya sudah lihat banyak asap,” ucap Pipik, Jumat (20/6).

Kebakaran Di Rumah Uje Dan Pipik 2
Kebakaran yang terjadi pukul 03.30 WIB
Kebakaran Di Rumah Uje Dan Pipik 1
Pada bagian tangga menuju lantai 2

Pipik pun langsung membangunkan anak-anaknya, dan berusaha untuk keluar rumah. Tapi sayang, tangga menuju pintu keluar sudah terkepung oleh api.

Pipik merasa panik saat melihat tangga tidak bisa dilalui lantaran api sudah membesar. Sementara suhu di kamarnya pun sudah mulai memanas.

Akhirnya, Pipik nekat untuk melompat dari lantai dua. Dengan dibantu oleh karyawannya, Pipik membawa ketiga anaknya keluar dari rumahnya.

“Anak-anak semua bertiga di atas. Nggak ada yang bisa lewat bawah, karena panas. Akhirnya kita lewat atas, jadinya Umi loncat saya bopong,” ucap Taufik, karyawan Pipik, Jumat (20/6).

Karena aksinya itu, kaki Pipik kesleo dan mengalami luka bakar kecil. Anak terkecil Pipik juga dilaporkan mengalami luka bakar ringan di sekitar kakinya.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti dari kebakaran di rumah Uje dan Pipik. Namun, besar kemungkinan api berasal dari korsleting listrik yang terjadi di lantai satu rumah tersebut.

Api cepat membesar karena di lantai satu terdapat banyak barang yang mudah terbakar. Karena itulah, api mudah tersulut dan kemudian merambat ke seluruh ruangan.

Hampir tidak ada yang bisa diselamatkan dari ruangan tersebut. Tapi Pipik mengaku bahwa dirinya sudah tidak lagi memikirkan harta. Selama anak-anaknya selamat, ia sudah sangat bersyukur.

“Kita sudah nggak bisa berpikir saya lewat atas dan loncat saya nggak mikir apa-apa yang penting anak dan saya dikasih selamat, kumpul semua,” katanya.

Kebakaran yang melanda rumahnya membuat Pipik panik. Ia berusaha untuk menghubungi pemadam kebakaran, namun tidak tahu harus menelepon ke mana. Akhirnya ia posting di socmed untuk meminta bantuan.

“Saya mau telepon pemadam, saya bingung dan saya posting di media sosial, alhamdulillah ada yang dateng,” kata Pipik di Perumahan Bukit Mas Jl. Narmada III Blok. I No. 11 , Rempoa, Tangerang, Jumat (20/6).

Setelah api mulai padam, barulah pemadam kebakaran datang ke rumahnya. Pipik pun bersyukur lantaran semua tetangganya membantu untuk memadamkan api, sehingga tidak sampai merambat ke lantai atas.

Keterlambatan pemadam kebakaran membuat Pipik tak bisa menyelamatkan apapun dari rumahnya. Bahkan, saat keluar rumah, ia hanya memakai baju yang menempel di badan.

Saat kebakaran berlangsung, anak sulung Pipik, Adiba sedang tidak berada di rumah. Menurut ibu empat orang anak itu, Adiba sedang menginap di rumah temannya, sehingga tidak tahu kalau rumahnya mengalami kebakaran.

Satu hal yang disyukuri Pipik adalah, semua anaknya selamat. Meski api melahap rumahnya sampai hangus, ia masih bisa mendekap semua anaknya.

“Saya udah nggak mikirin harta atau apapun, yang penting saya masih dikasih kekuatan buat menyelamatkan anak-anak,” ucapnya pada Jumat (20/6).

Satu hal yang membuat Pipik meneteskan air mata haru adalah saat melihat foto almarhum suaminya selamat dari kebakaran. Padahal,  foto itu letaknya sangat dekat dari api.

Dari semua barang yang ada, foto itu menjadi salah satu yang bisa diselamatkan. Barang kenangan lain milik almarhum Uje sudah tidak berbentuk lagi. Semua sudah menjadi abu.

“Ada foto beliau satu sama bapak (guru Uje) itu berdua yang selamat tapi fotonya nggak terbakar, padahal yang lainnya hancur. Al Quran yang di atas kulkas masih saya selamatin. Saya nggak ada pikiran untuk menyelamatkan barang-barang almarhum. Nggak ada,” ujar Pipik.

Menurut Pipik, ini adalah sebuah musibah yang datangnya dari Allah. Sehingga ia berusaha untuk tabah dan tetap tawakal menerimanya.

Satu hal yang membuat Pipik meneteskan air mata haru adalah saat melihat foto almarhum suaminya selamat dari kebakaran. Padahal,  foto itu letaknya sangat dekat dari api.

Dari semua barang yang ada, foto itu menjadi salah satu yang bisa diselamatkan. Barang kenangan lain milik almarhum Uje sudah tidak berbentuk lagi. Semua sudah menjadi abu.

“Ada foto beliau satu sama bapak (guru Uje) itu berdua yang selamat tapi fotonya nggak terbakar, padahal yang lainnya hancur. Al Quran yang di atas kulkas masih saya selamatin. Saya nggak ada pikiran untuk menyelamatkan barang-barang almarhum. Nggak ada,” ujar Pipik.

Menurut Pipik, ini adalah sebuah musibah yang datangnya dari Allah. Sehingga ia berusaha untuk tabah dan tetap tawakal menerimanya.

Pasca kebakaran di rumah Uje dan Pipik ia menyatakan bahwa sementara ini  kami (ia dan anak-anaknya) akan menginap di hotel. Meski lantai dua rumahnya selamat, namun rumahnya masih tidak layak untuk ditempati.

Pengakuan Pipik itu juga dibenarkan oleh putranya, Abi. Menurutnya, selama beberapa minggu ke depan, ia dan semua anggota keluarganya akan menginap di hotel.

“Rencana untuk beberapa minggu kita akan di hotel,” ucap Abi singkat di Perumahan Bukit Mas Jl. Narmada III Blok. I No. 11 , Rempoa, Tangerang, Jumat (20/6).

Kebakaran ini menjadi satu dari rentetan musibah yang dialami oleh Pipik. Mulai dari kehilangan suami secara mendadak, kehilangan sang ayah karena sakit, dan kini rumah tempat tinggalnya mengalami kebakaran.